Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Oktober 2012

Anemia Defisiensi Besi

Anemia Defisiensi Besi
Anemia Defisiensi Besi (ADB) adalah anemia akibat kekurangan zat besi untuk sintesis hemoglobin dan merupakan defisiensi nutrisi yang paling banyak pada anak dan menyebabkan masalah kesehatan yang paling besar di seluruh dunia terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia.
Dari hasil SKRT 1992 diperoleh prevalensi ADB pada anak balita di Indonesia adalah 55,5%. Komplikasi ADB akibat jumlah total besi tubuh yang rendah dan gangguan pembentukan hemoglobin (Hb) dihubungkan dengan fungsi kognitif, perubahan tingkah laku, tumbuh kembang yang terlambat dan gangguan fungsi imun pada anak.
Prevalensi tertinggi ditemukan pada akhir masa bayi, awal masa anak, anak sekolah dan masa remaja karena adanya percepatan tumbuh pada masa tersebut disertai asupan besi yang rendah, penggunaan susu sapi dengan kadar besi yang kurang
Tanda dan Gejala Anemia :
Pucat yang berlangsung lama tanpa manifestasi perdarahan
Mudah lelah, lemas, mudah marah, tidak ada nafsu makan, daya tahan tubuh terhadap infeksi menurun, serta gangguan perilaku dan prestasi belajar
Gemar makanan yang tidak biasa (pica) seperti es batu, kertas, tanah, rambut
Memakan bahan makanan yang kurang mengandung zat besi, bahan makanan yang menghambat penyerapan besi seperti kalsium dan fitrat (beras, gandum) serta konsumsi susu sebagai sumber energi utama sejak bayi sampai usia 2 tahun (milkaholic)
Infeksi malaria, infestasi parasit seperti ankylostoma dan schistosoma

Pemeriksaan Fisik :
Gejala klinis ADB sering terjadi perlahan dan tidak begitu diperhatikan oleh keluarga. Bila kadar Hb < 5g/dl ditemukan gejala iritabel dan anoreksia.
Pucat ditemukan bila kadar Hb < 7 g/dl
Tanpa Organomegali
Gangguan pertumbuhan
Rentan terhadap infeksi
Penurunan aktivitas kerja
Dapat ditemukan koilonika (kuku sendok), atrofi glositis (lidah halus), angular cheilitis (ulkus di sudut mulut), takikardi (jantung berdebar debar), gagal jantung

Koilonikia (kuku sendok)
Atrofi glositis (Lidah halus)
Angular cheilitis (ulkus sudut mulut)
Pemeriksaan Laboratorium :
Darah Lengkap : Hb rendah, MCV, MCH, MCHC rendah. RDW lebar dan MCV rendah merupakan skring Anemia defisiensi besi.
RDW > 14,5% bila RDW normal (<13%) pada thalasemia trait
Rasio MCV/ RBC (Mentzer index) >13%
Apusan darah tepi : anemia mikrositik hipokromik, anisositosis, poikilositosis, sel pensil
Kadar besi serum yang rendah, TIBC, Serum Feritin < 12ng/ml dipertimbangkan sebagai diagnostik defisiensi besi.
Nilai retikulosit normal atau menurun
Serum transferrin receptor (STfR) : sensitif untuk menentukan defisiensi besi mempunyai nilai tinggi untuk membedakan anemia defisiensi besi dan anemia akibat penyakit kronis.
kadar Zink protophorphyrin (ZPP) akan meningkat
Respon terhadap pemberian terapi besi dengan dosis 3 mg/kgBB/hari ditandai dengankenaikan retikulosit 5 - 10 hari diikuti kenaikan kadar hemoglobin 1 g/dl atau hematokrit 3% setelah 1 bulan, setelah 6 bulan terapi hemoglobin dan hematokrit dinilai kembali untuk menilai keberhasilan terapi.

Kriteria diagnostik ADB menurut WHO :
Kadar Hb kurang dari normal sesuai usia
konsentrasi Hb eritrosit rata rata 31% (N; 32 - 35%)
Kadar Fe serum < 50mikrogram/dl (N: 80- 180 mikrogram/dl)
Saturasi transferin < 15% (N: 2-0- 25%)

Kriteria ini harus dipenuhi paling sedikit nomor 1,3,4. Tes yang paling efisien untuk mengukur cadangan besi tubuh yaitu feritin serum.
Bila sarana terbatas dapat ditegakkan berdasarkan :
Anemia tanpa perdarahan
Tanpa organomegali
Gambaran darah tepi : mikrositik, hipokromik,anisositosis, sel target
Respon terhadap pemberian terapi besi

Tatalaksana :
Mengetahui faktor penyebab : riwayat nutrisi, kelahiran, adanya perdarahan yang abnormal, pasca pembedahan
Preparat besi : yang tersedia ferous sulfat, ferous glukonas, ferous fumarat dan ferous suksinat. Dosis besi elemntal 4 - 6 mg/kgBB/hari. Respon terapi dengan menilai kenaikan kadar Hb/Ht setelah satu bulam yaitu kenaikan kadar Hb sebesar 2g/dl atau lebih. Bila respon baik lanjutkan sampai 2 - 3 bulan.
Komponen besi elemental : Ferous fumarat : 33% merupakan besi elemental
Ferous glukonat : 11,6% besi elemental
Ferous sulfat : 20% merupakan besi elemental

Transfusi darah : Jarang diperlukan, hanya bila kadar Hb < 4 g/dl. Komponen yang diberi PRC
Pencegahan Primer :
ASI eksklusif selama 6 bulan


Menunda pemberian susu sapi sampai usia 1 tahun
Menggunakan sereal/ tambahan makanan yang difortifikasi (diberi tambahan suplemen besi) tepat waktu yaitu sejak usia 6 bulan sampai 1 tahun


Pemberian vitamin C seperti jeruk, apel pada waktu makan dan minum preparat besi untuk meningkatkan absorbsi besi dan menghindari bahan yang menghambat absorbsi besi seperti teh, fosfat dan fitrat pada makanan.


Menghindari minum susu berlebihan dan meningkatkan makanan yang mengandung kadar besi yang berasal dari hewani


Meningkatkan kebersihan lingkungan
Sumber : SPM IDAI 2010

Sabtu, 29 September 2012

Apa itu TORCH


Advertisement
TORCH adalah istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu TOxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Keempat jenis penyakti infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.
Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis.
Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman. Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG)

TOXOPLASMA

Infeksi Toxoplasma disebabkan oleh parasit yang disebut Toxoplasma gondi.
Pada umumnya, infeksi Toxoplasma terjadi tanpa disertai gejala yang spesipik. Kira-kira hanya 10-20% kasus infeksi
Toxoplasma yang disertai gejala ringan, mirip gejala influenza, bisa timbul rasa lelah, malaise, demam, dan umumnya tidak menimbulkan masalah.
Infeksi Toxoplasma berbahaya bila terjadi saat ibu sedang hamil atau pada orang dengan sistem kekebalan tubuh terganggu (misalnya penderita AIDS, pasien transpalasi organ yang mendapatkan obat penekan respon imun).
Jika wanita hamil terinfeksi Toxoplasma maka akibat yang dapat terjadi adalah abortus spontan atau keguguran (4%), lahir mati (3%) atau bayi menderita Toxoplasmosis bawaan. pada Toxoplasmosis bawaan, gejala dapat muncul setelah dewasa, misalnya kelinan mata dan atelinga, retardasi mental, kejang-kejang dn ensefalitis.
Diagnosis Toxoplasmosis secara klinis sukar ditentukan karena gejala-gejalanya tidak spesifik atau bahkan tidak menunjukkan gejala (sub klinik). Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium mutlak diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan yang lazim dilakukan adalah Anti-Toxoplasma IgG, IgM dan IgA, serta Aviditas Anti-Toxoplasma IgG.
Pemeriksaan tersebut perlu dilakukan pada orang yang diduga terinfeksi Toxoplasma, ibu-ibu sebelum atau selama masa hamil (bila hasilnya negatif pelu diulang sebulan sekali khususnya pada trimester pertma, selanjutnya tiap trimeter), serta bayi baru lahir dari ibu yang terinfeksi Toxoplasma.

RUBELLA

Infeksi Rubella ditandai dengan demam akut, ruam pada kulit dan pembesaran kelenjar getah bening. Infeksi ini disebabkan oleh virus Rubella, dapat menyerang anak-anak dan dewasa muda.
Infeksi Rubella berbahaya bila tejadi pada wanita hamil muda, karena dapat menyebabkan kelainan pada bayinya. Jika infeksi terjadi pada bulan pertama kehamilan maka risiko terjadinya kelainan adalah 50%, sedangkan jika infeksi tejadi trimester pertama maka risikonya menjadi 25% (menurut America College of Obstatrician and Gynecologists, 1981).
Tanda tanda dan gejala infeksi Rubella sangat bervariasi untuk tiap individu, bahkan pada beberapa pasien tidak dikenali, terutama apabila ruam merah tidak tampak. Oleh Karena itu, diagnosis infeksi Rubella yang tepat perlu ditegakkan dengan bantuan pemeriksaan laboratorium.
Pemeriksaan Laboratorium yang dilakukan meliputi pemeriksaan Anti-Rubella IgG dana IgM.
Pemeriksaan Anti-rubella IgG dapat digunakan untuk mendeteksi adanya kekebalan pada saat sebelum hamil. Jika ternyata belum memiliki kekebalan, dianjurkan untuk divaksinasi.
Pemeriksaan Anti-rubella IgG dan IgM terutama sangat berguna untuk diagnosis infeksi akut pada kehamilan < 18 minggu dan risiko infeksi rubella bawaan.

CYTOMEGALOVIRUS (CMV)

Infeksi CMV disebabkan oleh virus Cytomegalo, dan virus ini temasuk golongan virus keluarga Herpes. Seperti halnya keluarga herpes lainnya, virus CMV dapat tinggal secara laten dalam tubuh dan CMV merupakan salah satu penyebab infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi yang berbahaya bagi janin bila infeksi terjadi saat ibu sedang hamil.
Jika ibu hamil terinfeksi. maka janin yang dikandung mempunyai risiko tertular sehingga mengalami gangguan misalnya pembesaran hati, kuning, ekapuran otak, ketulian, retardasi mental, dan lain-lain.
Pemeriksaan laboratorium sangat bermanfaat untuk mengetahui infeksi akut atau infeski berulang, dimana infeksi akut mempunyai risiko yang lebih tinggi. Pemeriksaan laboratorium yang silakukan meliputi Anti CMV IgG dan IgM, serta Aviditas Anti-CMV IgG.

HERPES SIMPLEKS TIPE II

Infeksi herpes pada alat genital (kelamin) disebabkan oleh Virus Herpes Simpleks tipe II (HSV II). Virus ini dapat berada dalam bentuk laten, menjalar melalui serabut syaraf sensorik dan berdiam diganglion sistem syaraf otonom.
Bayi yang dilahirkan dari ibu yang terinfeksi HSV II biasanya memperlihatkan lepuh pada kuli, tetapi hal ini tidak selalu muncul sehingga mungkin tidak diketahui. Infeksi HSV II pada bayi yang baru lahir dapat berakibat fatal (Pada lebih dari 50 kasus)
Pemeriksaan laboratorium, yaitu Anti-HSV II IgG dan Igm sangat penting untuk mendeteksi secara dini terhadap kemungkinan terjadinya infeksi oleh HSV II dan mencaegah bahaya lebih lanjut pada bayi bila infeksi terjadi pada saat kehamilan.
Infeksi TORCH yang terjadi pada ibu hamil dapt membahayakan janin yang dikandungnya. Pada infeksi TORCH, gejala klinis yang ada searing sulit dibedakan dari penyakit lain karena gejalanya tidak spesifik. Walaupun ada yang memberi gejala ini tidak muncul sehingga menyulitkan dokter untuk melakukan diagnosis. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk membantu mengetahui infeksi TORCH agar dokter dapat memberikan penanganan atau terapi yang tepat.
Panel TORCH
? Anti Toxoplasma IgG dan IgM
? Anti Rubella IgG dan IgM
? Anti CMV IgG dan IgM
? Anti HSV II IgG dan IgM

Mencegah TORCH

Mengingat bahaya dari TORCH untuk ibu hamil, bagi Anda yang sedang merencanakan kehamilan atau yang saat ini sedang hamil, dapat mempertimbangkan saran-saran berikut agar bayi Anda dapat terlahir dengan baik dan sempurna.

Makan makanan bergizi

Saat hamil, sebaiknya Anda mengkonsumsi banyak makanan bergizi. Selain baik untuk perkembangan janin, gizi yang cukup juga akan membuat tubuh tetap sehat dan kuat. Bila tubuh sehat, maka tubuh dapat melawan berbagai penyakit termasuk TORCH sehingga tidak akan menginfeksi tubuh.

Lakukan pemeriksaan sebelum kehamilan

Ada baiknya, Anda memeriksakan tubuh sebelum merencanakan kehamilan. Anda dapat memeriksa apakah dalam tubuh terdapat virus atau bakteri yang dapat menyebabkan infeksi TORCH. Jika Anda sudah terinfeksi, ikuti saran dokter untuk mengobatinya dan tunda kehamilan hingga benar-benar sembuh.

Melakukan vaksinasi

Vaksinasi bertujuan untuk mencegah masuknya parasit penyebab TORCH. Seperti vaksin rubela dapat dilakukan sebelum kehamilan. Hanya saja, Anda tidak boleh hamil dahulu sampai 2 bulan kemudian.

Makan makanan yang matang

Hindari memakan makanan tidak matang atau setengah matang. Virus atau parasit penyebab TORCH bisa terdapat pada makanan dan tidak akan mati apabila makanan tidak dimasak sampai matang. Untuk mencegah kemungkinan tersebut, selalu konsumsi makanan matang dalam keseharian Anda.

Periksa kandungan secara terartur

Selama masa kehamilan, pastikan juga agar Anda memeriksakan kandungan secara rutin dan teratur. Maksudnya adalah agar dapat dilakukan tindakan secepatnya apabila di dalam tubuh Anda ternyata terinfeksi TORCH. Penanganan yang cepat dapat membantu agar kondisi bayi tidak menjadi buruk.

Jaga kebersihan tubuh

Jaga higiene tubuh Anda. Prosedur higiene dasar, seperti mencuci tangan, sangatlah penting.

Hindari kontak dengan penderita penyakit

Seorang wanita hamil harus menghindari kontak dengan siapa pun yang menderita infeksi virus, seperti rubela, yang juga disebut campak Jerman.
Dengan mencari lebih banyak informasi tentang kehamilan serta merawat dirinya sebelum dan selama masa kehamilan maupun dengan memikirkan masak-masak jauh di muka tentang berbagai aspek melahirkan, seorang wanita akan melakukan sebisa-bisanya untuk memastikan kehamilan yang lebih aman. Maka, bagi seorang wanita hamil, cobalah untuk selalu waspada terhadap berbagai penyakit seperti TORCH agar bayi Anda terlahir sehat.

Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.
Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV

Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA

    IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear

    Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep

    Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi

    Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.

Fungsi Hati


Fungsi Hati


Hati pada manusia memiliki fungsi yang banyak, lebih dari 500 fungsi hati. Beberapa fungsi hati yang penting antara lain menetralisir racun dalam tubuh sebagai organ yang mengontrol lemak, asam amino dan kadar gula dalam darah, memerangi infeksi, memproses makanan yang sudah selesai dicerna oleh usus halus, mengatur kerja empedu, menghasilkan enzim dan protein yang berguna untuk berbagai proses dalam tubuh seperti dalam proses pembekuan darah dan perbaikan jaringan tubuh yang rusak.
Fungsi hati biasanya tetap akan berfungsi dengan baik tanpa dipengaruhi faktor umur. Namun, beberapa "musuh" yang dapat merusak hati antara lain karena konsumsi alkohol yang berlebihan, perlemakan hati dan virus hepatitis yang menyerang hati. Pemeriksaan dini terhadap fungsi hati dapat menyelamatkan hati agar dapat tetap menjalankan fungsinya.


Pemeriksaan Fungsi Hati

Pemeriksaan terhadap fungsi hati secara umum meliputi Alanine aminotransferase (ALT), Aspartarte aminotransferase (AST), Alkaline phosphatase (ALP), Gamma glutamyl transferase (GGT atau Gamma GT), Bilirubin, Albumin, pemeriksaan massa prothrombin (PT) dan International Normalised Ratio (INR).
Masing-masing pemeriksaan tersebut menjadi petunjuk untuk mengetahui apakah ada masalah pada fungsi hati atau tidak. Hasil yang ingin diketahui dari pemeriksaan yang telah disebutkan sebelumnya adalah:
  • Alanine aminotransferase (ALT) dan Aspartarte aminotransferase (AST)

    Pemeriksaan Alanine aminotransferase (ALT) dan Aspartarte aminotransferase (AST) bertujuan untuk mengetahui inflamasi yang terjadi dalam tubuh. Angka yang tinggi biasanya menjadi indikasi adanya gangguan hati. Pada penderita hepatitis, nilai ALT 20-50 kali lebih tinggi dibanding pada orang yang normal. Nilai AST yang tinggi menunjukkan adanya gangguan otot pada salah satu bagian tubuh.
  • Alkaline phosphatase (ALP)

    Pemeriksaan Alkaline phosphatase (ALP), bertujuan untuk mengetahui apakah ada sumbatan pada saluran empedu.
  • Gamma glutamyl transferase (GGT atau Gamma GT)

    Pemeriksaan Gamma glutamyl transferase (GGT atau Gamma GT), bertujuan sebagai indikator untuk para pengguna alkohol. Pemeriksaan GGT ini biasa dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan ALP untuk meyakinkan bahwa kenaikan angka pada ALP disebabkan karena adanya masalah pada hati, bukan karena faktor lain.
  • Bilirubin

    Pemeriksaan Bilirubin, bertujuan untuk mengetahui kadar "penyakit kuning" karena gangguan pada hati. Angka yang tinggi menggambarkan bahwa pasien mengalami gangguan tersebut yang biasa ditandai dengan mata dan kulit yang menjadi kuning.
  • Albumin

    Pemeriksaan Albumin, bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar albumin yang biasa terjadi pada penyakit hati kronik. Tetapi, penurunan albumin juga bisa disebabkan karena kekurangan protein.
  • Massa Prothrombin (PT) dan International Normalised Ratio (INR)

    Pemeriksaan Massa Prothrombin (PT) dan International Normalised Ratio (INR), bertujuan sebagai indikasi apakah penyakit hati semakin buruk atau tidak. Peningkatan angka menunjukkan penyakit kronik menjadi semakin buruk.
Jika ada kecurigaan penderita mengalami kanker hati, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya, pemeriksaan kadar protein dalam darah yang disebut Alpha fetoprotein (AFP). Kenaikan nilai AFP menunjukkan tingkat parahnya kanker hati yang diderita, sedangkan penurunan nilai AFP menujukkan menjinaknya kanker karena pengobatan yang berhasil. Pemeriksaan ini sangat penting pada penderita kanker untuk memantau efektivitas pengobatan yang sedang dilakukan. Pada penderita kanker bilier, pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah CA 19-9 dan CEA.
Pemeriksaan hati yang rutin sangat baik untuk memastikan agar organ ini dapat terus bekerja secara maksimal. Hindari sakit hati dengan melakukan pemeriksaan fungsi hati sebelum terlambat.

Penyebab Kuning Pada Bayi

Bilirubin

Penyakit kuning pada bayi disebabkan karena tingginya kadar bilirubin yang terkandung dalam tubuh. Kadar bilirubin meningkat apabila bilirubin yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan kadar bilirubin yang mampu dikeluarkan oleh tubuh. Jika kadar bilirubin lebih dari 5 mg/dL, hasilnya kulit dan mata bayi akan menjadi kuning.
Kuning pada bayi bukanlah suatu penyakit dan masih tergolong wajar yang disebut dengan ikterus fisiologis. Keadaan ini tidak menyakitkan untuk bayi itu sendiri, tetapi juga harus diwaspadai dan tidak dibiarkan terlalu lama karena tingginya kadar bilirubin dapat menyebabkan terjadinya komplikasi yang merusak otak.
Warna kuning biasa tampak pada kening dan bagian putih mata. Kemudian turun pada dada, perut, lengan dan kaki. Cara memeriksanya adalah dengan menekan pada bagian kening atau hidung bayi menggunakan satu jari. Jika kulit bayi menjadi kuning pada saat jari diangkat, kemungkinan besar kadar bilirubin bayi tinggi dan sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk masalah ini.
Warna kuning berasal dari bilirubin. Apa itu bilirubin? Bilirubin berasal dari pemecahan sel darah merah. Bilirubin ini akan diproses dalam hati menjadi bilirubin terkonjugasi yang nantinya akan dibuang melalui urine atau feses. Bilirubin yang tidak terkonjugasi akan menyebabkan bayi menjadi kuning.

Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi

Sakit kuning pada bayi atau ikterus sebenarnya merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi 3-4 hari setelah kelahiran dan akan menghilang setelah 1-2 minggu kemudian. Tetapi ada juga bayi yang terlihat kuning sebelum 24 jam kelahirannya atau kadar bilirubin yang tinggi dalam tubuh. Keadaan ini disebut sebagai hiperbilirubinemia. Jika terjadi seperti itu, bayi harus segera mendapat penanganan medis. Karena bilirubin berlebih yang terdapat dalam darah dapat masuk ke dalam otak dan meninggalkan sisa permanen yang merusak.
Beberapa penyebab ikterus atau bayi kuning, antara lain:
  • Fungsi usus dan hati yang belum sempurna

    Usus dan hati pada bayi baru lahir belum dapat bekerja dengan sempurna sehingga banyak bilirubin yang tidak terkonjugasi dan tidak terbuang dari tubuh. Umumnya terjadi pada minggu pertama sampai minggu ketiga setelah kelahiran. Pada beberapa kasus, bisa berlangsung lebih lama, yaitu sampai 10 minggu.

    Ditambah lagi, produksi bilirubin yang lebih banyak dibandingkan produksi pada orang dewasa. Bayi memproduksi 2-3 kali lipat bilirubin. Banyaknya bilirubin dalam tubuh yang membuat bayi menjadi kuning.
  • Kurangnya asupan makanan

    Pada 2-3 hari pertama setelah kelahirannya, ibu belum dapat mengeluarkan susu bagi bayinya. Sehingga, bayi menjadi kuning karena kurangnya makanan. Tetapi, hal ini tidak perlu dikuatirkan karena umumnya setelah beberapa hari kemudian, ASI dapat keluar memenuhi kebutuhan bayi.
  • Memar

    Saat proses kelahirannya, seorang bayi dapat mengalami memar atau lebam. Memar merupakan darah beku yang berkumpul. Tubuh akan berupaya menyembuhkan memar ini dengan cara mennghancurkan darah yang beku tersebut, yang juga akan meningkatkan produksi bilirubin.
  • Penyakit hemolitik

    Hal ini terjadi karena golongan darah atau rhesus ibu tidak cocok dengan bayi. Akibatnya, ibu akan membentuk antibodi yang menyerang sel darah merah bayi. Sel darah merah yang terserang akan terpecah sehingga menghasilkan banyak bilirubin.
  • Kekurangan enzim G6PD

    Kurangnya enzim ini dalam tubuh menyebabkan peningkatan bilirubin. Kelainan enzim G6PD merupakan kelainan bawaan.

Menyembuhkan Bayi Kuning

Jika kadar bilirubin tidak terlalu tinggi atau tergolong ringan, tidak diperlukan terapi khusus. Untuk membantu proses pengeluaran bilirubin dalam tubuh, dapat dilakukan dengan cara:
  • Memberi asupan yang cukup

    Beri asupan makanan yang cukup. Makanan terbaik bagi bayi adalah ASI. Dengan banyaknya makanan yang masuk maka proses pembuangan urine dan feses dapat lebih lancar sehingga bilirubin terbantu kaluar dari tubuh.

    Cukup atau tidaknya pemberian asupan dapat diperhatikan dari urine dan feses. Hal yang dapat diperhatikan antara lain dari frekuensi bayi berkemih dan warna feses. Umumnya bayi buang air kecil sebanyak 5-6 kali dalam sehari dan warna feses yang berubah dari hijau tua.
  • Jemur

    Menjemur bayi di bawah sinar matahari pagi dapat membantu mengatasi ikterus. Sinar matahari akan membantu pemecahan bilirubin. Hanya saja, patut diperhatikan waktu dan durasi menjemur bayi. Jangan sampai kulit bayi terbakar akibat sinar matahari. Jangan sampai bayi terpapar sinar matahari secara langsung lebih dari 10 menit.
Sebaliknya, jika ikterus tergolong berat, dengan kadar bilirubin tinggi, biasanya dokter akan menganjurkan agar dilakukan terapi sinar. Bayi akan dipaparkan sinar biru khusus yang akan membantu mengubah bilirubin menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dalam urine atau feses.

Pemberian air susu ibu atau ASI merupakan salah satu cara mencegah sakit kuning pada bayi. Selain itu juga dapat menyembuhkan bayi kuning atau ikterus ringan. Jadi, jangan ragu untuk memberikan ASI pada buah hati walau pada awalnya ibu harus merasakan sakit pada payudara, tetapi hal itu sangat dibutuhkan oleh bayi mungil Anda.

Selasa, 21 Februari 2012

Yang Harus Dilakukan Agar Terhindar Dari Pembekuan Darah



img
Pria dan wanita yang lebih tua adalah yang paling berisiko mengalami deep vein thrombosis (DVT). Wanita yang lebih muda juga mungkin rentan, terutama selama tahun-tahun setelah melahirkan anak. Namun tentunya ada cara yang dapat dilakukan agar tehindar dari penyakit tersebut.

DVT adalah bekuan darah (trombus) yang berada di vena yang dalam, biasanya di kaki. Gumpalan darah dapat terbentuk di vena superfisial dan di vena yang dalam. Pembekuan darah dengan peradangan pada pembuluh darah superfisial atau yang disebut dengan tromboflebitis superfisial atau flebitis jarang menyebabkan masalah serius.

Tetapi gumpalan di pembuluh darah dalam memerlukan perawatan medis segera. Kira-kira bagaimana untuk mencegah bekuan darah untuk menghindari DVT?

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bekuan darah untuk menghindari penyakit DVT seperti dikutip dari Health, Rabu (22/2/2012) antara lain:

1. Bergerak

Ketika terjebak dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama, darah dapat menumpuk pada kaki. Setiap 1-2 jam, maka sebaiknya bangun dan berjalan-jalan.Hal tersebut terutama harus dilakukan oleh orang-orang yang bekerja dengan duduk sepanjang hari.

2. Hidup sehat

Bagi perokok, maka sebaiknya berhenti merokok. Selain itu, juga perlu untuk menjaga berat badan agar tetap dalam rentang normal. Minum banyak air juga dapat menurunkan risiko penggumpalan darah.

3. Hati-hati dengan obat-obatan tertentu

Konsumsi pil kontrasepsi dapat meningkatkan risiko DVT, yang berarti mungkin bukan pilihan yang tepat untuk mengonsumsi pil kontrasepsi jika memiliki faktor risiko. Faktor risoko DVT, dapat termasuk kecenderungan genetik untuk pembekuan atau riwayat keluarga yang telah mengalami DVT, atau merokok.

4. Mengetahui tanda dan gejala

"DVT bisa menjadi sulit untuk ditemukan karena beberapa gejala dapat merupakan tanda adanya masalah lain juga," kata Roger Maxfield, MD, seorang pulmonologist dan profesor klinis kedokteran di Columbia University Medical Center.

Carilah rasa sakit, bengkak, dan kemerahan atau perubahan warna di satu kaki, mungkin juga akan mengalami rasa hangat pada kulit di daerah yang terkena. Sesak napas tiba-tiba yang tidak dapat dijelaskan adalah tanda peringatan yang paling umum bahwa gumpalan darah telah melakukan perjalanan ke paru-paru.

5. Lebih proaktif

Jika memiliki cedera atau akan melakukan operasi, maka berkonsultasilah dengan dokter mengenai cara mencegah DVT. Dan jika telah mengalami salah satu gejala DVT, maka sebaiknya segera mengunjungi dokter atau rumah sakit terdekat.

Beritahu perawat jika sedang mengonsumsi pil kontrasepsi, atau jika pernah berada di perjalanan pesawat yang panjang, atau jika pernah menjalani operasi atau cedera dalam 8 minggu sebelumnya.

Selasa, 14 Februari 2012

Telan Air Mani Bisa Bikin Gemuk.??



img
Air mani yang mengandung sperma memang mengandung banyak zat-zat bergizi yang baik untuk pembuahan. Tapi apakah kandungan gizi tersebut bisa membuat orang menjadi gemuk bila menelan sperma?

Hasil penelitian Johnson dan Everitt dalam bukunya Essential Reproduction (2000) mengungkapkan bahwa air mani berisi kandungan gizi yang tinggi. Dalam ejakulasi khas (kira-kira satu sendok teh), air mani sudah mengandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 persen US AKG kalium, tembaga dan seng.

Selain itu, air mani mengandung beberapa unsur zat gizi, yaitu vitamin C, kalsium, asam sitrat, creatine, kolin, fruktosa, asam laktat, magnesium, nitrogen, fosfor, kalium, natrium dan vitamin B12.

Air mani juga mengandung kalori. Sekali ejakulasi rata-rata air mani diperkirakan mengandung 5 hingga 25 kalori. Dengan jumlah tersebut, maka hampir tidak mungkin air mani bisa membuat seseorang menggemuk bila menelannya, seperti dilansir Askmen, Selasa (14/2/2012).

Gara-gara kandungan air mani yang bergizi ini, banyak pula yang percaya sperma yang ditelan perempuan bisa bikin awet muda. Tapi sampai saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan menelan sperma bisa menghambat proses penuaan.

Efek yang mungkin bisa ditimbulkan hanyalah dampak psikis saja, dalam hal ini sang perempuan merasa bahagia karena berhasil memuaskan pasangannya.

Sampai saat ini juga belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan apakah bahan tersebut bermanfaat ditelan oleh manusia. Yang jelas air mani dari pria yang sehat dan tidak terinfeksi penyakit akan membuat calon embrio juga sehat.

Dalam perspektif kesehatan, air mani dipandang sebagai suatu substansi biologis yang dikeluarkan oleh pria untuk membuahi telur-telur dari wanita melalui proses persatuan sperma-telur. Cairan semen atau air mani atau cairan organik ini juga dikenal sebagai seminal fluid, yang biasanya mengandung spermatozoa.

Secara fisiologis, air mani dikeluarkan oleh gonad (kelenjar seksual) dan organ seksual lainnya dari pria atau binatang hermaprodit untuk membuahi sel telur wanita.

Minggu, 15 Januari 2012

Cegah Hepatitis A, Septic Tank Harus Jauh dari Sumber Air



img
Sejak awal Desember 2011, hepatitis A telah menyerang Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Nanggulan, Kulonprogo. Timbulnya penyakit ini dinilai berhubungan dengan faktor lingkungan antara lain penampungan tinja yang dekat sumber air.

Sampai saat ini, total terdapat 94 kasus yang terjadi di wilayah yang terletak di ujung barat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut. Untungnya, semua pasien telah tertangani dengan baik dan saat ini tinggal 3 orang yang masih sakit dan mendapat perawatan.

Merebaknya penyakit hepatitis A di Kulonprogo dimulai sejak pekan ke-46 tahun 2011 atau sekitar akhir Desember 2011. Dalam emailnya untuk wartawan, Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama mengatakan puncaknya terjadi pada pekan ke-52, dengan jumlah pasien yang dirawat mencapai 28 orang.

Hepatitis A merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang disebarkan secara fecal-oral atau melalui tinja penderita yang mencemari makanan, bukan melalui aktivitas seksual atau melalui transfusi darah. Hepatitis A paling ringan dibanding jenis hepatitis yang lain.

"Hepatitis A ditularkan lewat oral, dan tidak pernah terjadi kasus ini di di Kulonprogo sebelumnya. Kami menduga ada warga yang datang dari luar, kemudian tidak sengaja menularkan virusnya," kata dr Th Baning Rahayujati, MKes, Kepala Seksi Surveilans Dinas Kesehatan Kulonprogo.

dr Baning juga menyarankan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga sanitasi, terutama tempat penampungan tinja sebaiknya ditempatkan jauh dari sumber air. Sebelumnya, wabah leptopsirosis juga pernah menyerang Kulonprogo pada bulan Agustus-September 2011. Leptopsirosis ditularkan dari tikus kepada manusia lewat medium air.

Masalah sanitasi ini juga diamini oleh Kepala Puskesmas Nanggulan, dr Bangun. Menurutnya, beberapa warga memiliki tempat penampungan tinja yang dekat dengan kolam. Hal ini membuat virus hepatitis A menyebar lewat air yang terkontaminasi dan tidak disterilkan dengan baik.

Klorin Dalam Kolam Renang Dikaitkan Dengan Kerusakan Paru



img
Perenang profesional menunjukkan peradangan paru-paru mirip dengan pasien asma dan menunjukkan peningkatan sensitifitas terhadap alergen seperti bulu hewan peliharaan. Para peneliti percaya paparan klorin jangka panjang dapat menyebabkan perubahan paru-paru.

Perenang yang berlatih di dalam kolam renang yang diklorinasi mungkin memiliki perubahan paru-paru yang mirip dengan yang terlihat pada orang dengan asma ringan. Hal tersebut merupakan sebuah hasil studi baru.

Peneliti dari Perancis dan Kanada telah membandingkan uji jaringan paru-paru dan pernapasan dari 23 perenang Kanada, yang rata-rata berusia 21 tahun. Pengambilan sampel jaringan dan uji dilakukan selama musim ketika perenang tidak sedang berlomba.

Tim yang dipimpin oleh Valerie Bougault di Lille 2 University of Health and Law di Perancis menemukan bahwa, jaringan sampel yang diambil dari paru perenang terdapat sel kekebalan yang terkait dengan asma dan alergi sebagai jaringan paru-paru dari subyek sehat. Jumlah tersebut mirip dengan yang ditemukan dalam kelompok dengan asma ringan.

Perenang dan penderita asma juga menunjukkan bukti jaringan parut di paru-paru. Sedangkan dalam kelompok yang terdiri dari orang yang bukan perenang yang sehat tidak menunjukkan adanya jaringan parut.

"Studi ini adalah yang pertama untuk menunjukkan bukti langsung kerusakan jalan napas berhubungan dengan berenang di kolam yang diklorinasi," kata Alfred Bernard, seorang ahli toksikologi di Catholic University of Louvain in Brussels, Belgia.

"Perubahan yang terjadi di paru-paru perenang belum jelas," kata Dr. Sally Wenzel, seorang pulmonologist di University of Pittsburgh, Reuters Health seperti dilansir dari HealthNews, Senin (16/1/2012).

Peradangan jaringan paru-paru tidak dikaitkan dengan gejala asma yang sebenarnya, seperti batuk dan mengi, atau kesulitan bernapas selama tes medis yang digunakan untuk menentukan fungsi paru-paru. Namun, penelitian sebelumnya telah menghubungkan paparan bahan kimia kolam renang untuk untuk perenang yang memiliki alergi pernapasan dan asma.

Sementara bertindak sebagai disinfektan, klorin bereaksi dengan berbagai bahan kimia dari keringat, urin, dan rambut. Proses tersebut akan membentuk produk sampingan klorin, beberapa produk tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia.

"Produk sampingan tersebut sangat stabil dan dapat melewati air dan berpindah ke udara," kata Ernest Blatchley, seorang insinyur lingkungan dari Purdue University in West Lafayette, Indiana.

Perenang profesional kemungkinan menghirup sejumlah besar produk sampingan klorin ketika berenang di kolam renang. Paparan senyawa klorin dalam kolam renang indoor dapat membuat perenang lebih sensitif terhadap alergen seperti bulu hewan peliharaan, serbuk sari, dan debu.

"Memang, sekitar 50-65 persen dari perenang profesional adalah peka terhadap alergen yang umum, dibandingkan dengan 29-36 persen orang dari populasi umum. Sementara paparan alergen dapat menyebabkan perubahan pada jaringan paru-paru, kami juga menemukan perubahan dalam jaringan paru-paru perenang non alergi. Sejumlah 18 dari 23 perenang setidaknya memiliki salah satu alergi. Hal ini menunjukkan bahwa paparan produk sampingan klorin sendiri mungkin menyebabkan kerusakan jaringan," kata para peneliti.

"Sementara dampak dari paparan produk samping klorin pada paru-paru masih belum jelas, kemungkinan manfaat dari latihan lebih besar daripada potensi risiko yang ditimbulkan dengan berenang di kolam diklorinasi, pada mereka dengan atau tanpa asma. Namun, ada tindakan pencegahan tertentu yang dapat mengambil semua perenang di kolam renang untuk membatasi paparan bahan kimia berbahaya. Sebaiknya menghindari kolam renang dengan bau kaporit yang kuat di udara. Hal tersebut dapat merupakan tanda bahan kimia di kolam renang dikelola dengan buruk," kata para peneliti.

Hasil penelitian tersebut telah diterbitkan dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Selasa, 10 Januari 2012

Sirosis Hati, Terbentuknya Jaringan Parut Dalam Hati



img

Sirosis hati adalah jaringan parut di hati. Hati adalah organ besar yang terletak di perut bagian atas. Hati melakukan beberapa fungsi penting, seperti detoksifikasi zat-zat berbahaya dalam tubuh, memurnikan darah, dan menyimpan nutrisi penting.

Sirosis terjadi sebagai respons terhadap kerusakan hati kronis. Dengan sirosis ringan, hati dapat memperbaiki dirinya sendiri dan terus melakukan tugasnya. Tetapi jika sirosis lebih parah, jaringan parut yang terbentuk lebih banyak, sehingga mustahil untuk berfungsi secara memadai.

Sejumlah penyakit dan kondisi dapat menyebabkan kerusakan hati kronis yang mengarah ke sirosis.

Penyebab

Sirosis disebabkan oleh jaringan parut yang terbentuk di hati sebagai respons terhadap kerusakan yang terjadi berulang kali selama bertahun-tahun. Setiap kali hati terluka, maka hati mencoba untuk memperbaiki dirinya sendiri.

Dalam proses ini, jaringan parut akan terbentuk di hati. Ketika jaringan parut terbentuk, menjadi semakin sulit bagi hati untuk berfungsi secara memadai. Pada sirosis lanjut, hati tidak lagi dapat bekerja. Jika terjadi gagal hati maka dapat memerlukan transplantasi hati.

Berbagai macam penyakit dan kondisi dapat merusak hati dan menyebabkan sirosis, termasuk:

1. Penyalahgunaan alkohol kronis
2. Hepatitis B
3. Hepatitis C
4. Fibrosis kistik
5. Penghancuran saluran empedu (biliary cirrhosis primer)
6. Lemak yang terakumulasi dalam hati
7. Pengerasan dan jaringan parut pada saluran empedu (primary sclerosing cholangitis)
8. Ketidakmampuan untuk memproses gula dalam susu (galaktosemia)
9. Penumpukan besi dalam tubuh (hemochromatosis)
10. Penyakit hati yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh (hepatitis autoimun)
11. Parasit yang umum di negara berkembang (schistosomiasis)
12. Saluran empedu terbentuk buruk (atresia bilier)
13. Masalah penyimpanan dan pelepasan energi oleh sel-sel (penyakit penyimpanan glikogen)
14. Terlalu banyak tembaga yang terakumulasi dalam hati (penyakit Wilson)

Gejala

Sirosis seringkali tidak memiliki tanda atau gejala sampai kerusakan hati telah luas. Tanda dan gejala yang mungkin terjadi, termasuk:

1. Kelelahan
2. Mudah mengalami perdarahan
3. Mudah memar
4. Cairan terakumulasi dalam perut
5. Kehilangan nafsu makan
6. Mual
7. Pembengkakan di kaki
8. Berat badan

Pengobatan

Pada sirosis dini, dimungkinkan untuk meminimalkan kerusakan pada hati dengan mengobati penyebab yang mendasari. Sebagai contoh:

1. Pengobatan untuk ketergantungan alkohol
2. Obat-obatan untuk mengontrol hepatitis

Dokter akan bekerja untuk mengobati komplikasi dari sirosis, seperti:

1. Kelebihan cairan dalam tubuh
2. Peningkatan tekanan dalam vena portal dan pembuluh darah kecil di sekitarnya
3. Infeksi
4. Skrining kanker hati
5. Tingginya kadar racun dalam darah (ensefalopati hepatik)

Orang dengan sirosis yang telah lanjut mungkin memerlukan transplantasi hati jika hati mereka tidak lagi berfungsi (gagal hati). Sebuah transplantasi hati merupakan prosedur untuk pengambilan hati dan menggantinya dengan hati yang utuh dari donor yang telah meninggal atau dengan bagian dari hati dari donor yang masih hidup.

Sumber: MayoClinic

Corsamox, Obat untuk Berbagai Infeksi Bakteri



img

Corsamox mengandung amoxycillin trihydrate. Amoxycillin digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri. Obat ini adalah golongan antibiotik jenis penisilin. Obat ini bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Antibiotik ini hanya bekerja untuk infeksi bakteri dan tidak akan bekerja untuk infeksi virus, seperti virus flu. Penggunaan yang tidak perlu atau penyalahgunaan antibiotik apapun dapat menyebabkan efektivitasnya menurun.

Amoksisilin juga dapat digunakan dengan obat lain untuk mengobati lambung atau tukak usus yang disebabkan oleh H. pylori bakteri dan untuk mencegah kekambuhan ulkus.

Komposisi
Mengandung amoxycillin trihydrate

Indikasi

1. Infeksi saluran pernapasan
2. Infeksi saluran pencernaan (GIT)
3. Infeksi usus
4. Infeksi ginekologi
5. Infeksi kardiovaskular
6. Meningitis
7. Osteomielitis
8. Infeksi kulit
9. Erysipelas

Dosis

1. Dewasa
Infeksi ringan hingga sedang: 250-750 mg 3 kali sehari.

2. Anak
25-75 mg/kg berat badan setiap hari dalam 3 atau 4 dosis terbagi.

Sumber: WebMD, dari berbagai sumber

Senin, 09 Januari 2012

Demam Berdarah

Hingga saat ini demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Penyebaran penyakit ini semakin luas dan insidennya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, sejak 1996 telah terjadi pergeseran kasus dari usia anak-anak ke usia dewasa.

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia. Penyebabnya adalah infeksi virus dengue yang termasuk group B Arthropod borne virus (arboviruses) dan sekarang dikenal sebagai genus Flavivirus, famili Flaviridae yang memiliki empat serotype (den-1, den-2, den-3, dan den-4). Virus yang banyak berkembang di masyarakat adalah serotype virus den-1 dan den-3.

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut.

Manifestasi klinik dari infeksi dengue sangat bervariasi dari asimptomatik (tidak jelas gejalanya), demam dengue, sampai yang berat yakni demam berdarah dengue (DBD) dan dengue syok sindrom (DSS). Demam dengue ditandai dengan demam tinggi mendadak 3-7 hari, mialgia, sakit kepala, rash (kemerahan pada kulit) yang menyertai leukopenia (jumlah sel darah putih rendah) dan trombositopenia (jumlah trombosit rendah) dalam berbagai derajat.

Sebagai patokan untuk diagnosis DBD, WHO (1986) telah menetapkan kriteria diagnosis yang terdiri dari kriteria klinik dan laboratorik. Penggunaan kriteria ini dimaksudkan untuk mengurangi diagnosis yang berlebihan atau overdiagnosis. Kriteria diagnosis DBD tersebut adalah sebagai berikut :

KRITERIA KLINIS
:
  • Demam tinggi mendadak, tanpa sebab jelas, berlangsung terus-menerus selama 2-7 hari,
  • Terdapat menifestasi perdarahan, termasuk uji tourniquet/Rumple Leed positif (petekie lebih dari 10 bintik pada diameter 5 cm), petekie (bintik-bintik merah pada kulit), ekimosis (kemerahan seperti ptekie tetapi lebih besar), epistaksis (mimisan), perdarahan gusi, hematemesis (muntah darah) dan/atau melena (berak darah),
  • Pembesaran hati atau hepatomegali. Kemungkinan penyebabnya adalah pelebaran pembuluh darah pada vena hepatika atau edema pada vesika felea,
  • Syok, ditandai nadi lemah dan cepat serta penurunan tekanan nadi, tekanan darah rendah (hipotensi), kaki dan tangan dingin, kulit lembab dan pasien tampak gelisah. Syok disebabkan karena pelebaran pembuluh darah akibat kelainan permeabilitas pembuluh darah.
KRITERIA LABORATORIUM :
  • Penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) 100.000/mmk atau kurang. Pada umumnya trombositopeni terjadi sebelum peningkatan hematokrit dan terjadi sebelum suhu turun. Jumlah trombosit di bawah 100.000/mmk biasanya dijumpai antara hari ketiga sampai ketujuh demam;
  • Hemokonsentrasi, dapat dilihat dari peningkatan nilai hematokrit 20% atau lebih dari normal;
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leucopenia). Leukopenia hampir selalu ada pada DBD, umumnya penurunannya terjadi antara 3.000 – 5.000 / mmk walau jumlahnya mungkin dapat menurun sampai 1.200/mmk. Jumlah leukosit total menurun selama periode demam dan jumlah terendah dijumpai pada hari kelima demam;
  • Diagnosis serologis Pada dasarnya uji serologis digunakan untuk melihat kenaikan titer antibodi fase konvalescen dan fase akut dalam serum penderita. Dikenal lima uji serologis yang biasa dipakai untuk deteksi infeksi virus dengue, yaitu : HI tes (Haemagglutination Inhibition test), CF test (Complement Fixation test), NT test (Neutralization Test), IgM dan IgG anti dengue;
  • Diagnosis virologisDiagnosis laboratorium virologi untuk infeksi virus dengue adalah dengan isolasi virus. Spesimen untuk Isolasi virus adalah specimen yang berasal dari tubuh penderita, seperti darah/serum, plasma, buffycoat, jaringan autopsi dari kasus yang meninggal dan nyamuk yang dikumpulkan dari alam. Selanjutnya spesimen tersebut ditanam pada biakan jaringan nyamuk atau biakan jaringan manusia, atau disuntikkan pada nyamuk. Identifikasi virus dilakukan dengan mengamati adanya cytopathic effect (CPE) pada biakan jaringan.

Dari kriteria pertama (klinis) ditambah trombositopenia dan hemokonsentrasi sudah cukup untuk menegakkan diagnosis DBD. Infeksi dengue tanpa disertai trombositopenia dan hemokonsentrasi dinamakan Demam Dengue atau Dengue Fever


Waspadai Tanda dan Gejala DBD

Banyak orang mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala DBD yang kadang-kadang mirip dengan flu atau tipus. DBD dapat diketahui dengan memperhatikan tanda-tanda dan gejala seperti berikut : demam yang muncul secara tiba-tiba disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan bintik-bintik merah terang (petechie). Selain itu, bisa juga muncul sakit perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Segera konsultasi ke dokter apabila muncul tanda-tanda dan gejala tersebut, apalagi jika mengalami demam tinggi selama 3 hari berturut-turut.


Pencegahan

Belum ada vaksin untuk demam berdarah. Untuk mencegah DBD diperlukan upaya-upaya pengendalian vektor, yaitu memotong siklus hidup nyamuk Aedes dengan cara :
  • Menguras bak mandi sekurang-kurangnya seminggu sekali,
  • Menutup wadah yang dapat menampung air,
  • Mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air dan menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk,
  • Mengganti air vas bunga sekurang-kurangnya seminggu sekali,
  • Mengganti air di tempat minum burung sekurang-kurangnya seminggu sekali,
  • Memelihara ikan di tempat-tempat penampungan air,
  • Mengosongkan air pada kolam yang tidak dipakai atau pot bunga,
  • Menabur bubuk abate atau yang sejenis pada tempat-tempat penampungan air (mis. sumur, bak penampungan air) untuk mematikan jentik-jentik nyamuk sehingga tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa,
  • Fogging atau pengasapan untuk mematikan nyamuk dewasa.
Selain upaya-upaya di atas, perlu dilakukan upaya untuk menjaga kesehatan tubuh dengan cara melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, istirahat yang cukup, olah raga teratur, dan minum vitamin atau suplemen jika memang diperlukan. Selain itu hindari aktifitas-aktifitas yang dapat menurunkan stamina, misalnya begadang, bekerja tak kenal waktu, hujan-hujanan, dsb.

Jika mengalami demam, segera berikan obat penurun panas, istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi dan banyak mengasup cairan (minum). Segera konsultasikan ke dokter jika muncul gejala-gejala seperti di atas. Jika terlihat tanda-tanda syok, segera bawa penderita ke rumah sakit agar cepat mendapatkan penanganan medis.

Eflagen, Obat untuk Obati Nyeri Ringan Hingga Sedang



img

Eflagen mengandung kalium diklofenak. Diklofenak adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) digunakan untuk mengobati nyeri ringan hingga sedang. Kalium diklofenak, merupakan turunan asam benzeneacetic, dengan rumus kimia 2 - [(2,6-dichlorophenyl) amino] benzeneacetic acid, garam monopotassium. Berat molekul 334,25. Rumus molekul adalah C14H10Cl2NKO2.

Tiap tablet kalium diklofenak, dimaksudkan untuk pemberian melalui mulut (per oral). Tablet kalium diklofenak adalah obat yang menunjukkan aktivitas anti inflamasi, analgesik, dan antipiretik.

Mekanisme aksi dari tablet kalium diklofenak, seperti obat dari golongan NSAID lainnya, tidak sepenuhnya dipahami, tetapi mungkin terkait dengan penghambatan prostaglandin sintetase.

Komposisi

Mengandung kalium diklofenak

Indikasi

1. Pengobatan jangka pendek keadaan inflamasi pasca trauma, seperti peradangan dan sakit pasca operasi.
2. Obat tambahan dalam kondisi peradangan parah, antara lain:
a. Peradangan telinga
b. Peradangan hidung
c. Peradangan tenggorokan

Dosis

1. Dewasa:
100-150 mg per hari dalam 2-3 dosis terbagi.

2. Anak diatas 14 tahun:
75-100 mg sehari.

Sumber: MayoClinic, Drugs.com, dari berbagai sumber

Jumat, 02 Desember 2011

10 Proses dalam Tubuh yang Masih Terjadi Setelah Kematian

Kematian tidak serta merta menghentikan segala proses biologis dalam tubuh. Beberapa fungsi tubuh terus bekerja selama beberapa menit, jam, hari, bahkan berminggu-minggu setelah kematian.

Seperti dikutip dari io9.com, Jum'at (2/12/2011), proses-proses biologis yang masih berlangsung setelah meninggal antara lain:

1. Pertumbuhan kuku dan rambut
Tubuh tidak memproduksi rambut dan jaringan kuku lagi setelah kematian, namun kedua hal ini nampak 'tumbuh' berhari-hari setelah kematian. Yang sebenarnya terjadi adalah kulit kehilangan kelembaban dan menyusut, sehingga menyebabkan rambut dan kuku tampak lebih panjang.

2. Aktivitas otak
Salah satu efek samping teknologi modern adalah mengaburkan waktu antara hidup dan mati. Otak dapat hampir sepenuhnya mati, namun jantung masih dapat terus memompa darah.

Jika jantung berhenti sejenak, tidak ada napas, dan orang tersebut sedang sekarat, kebanyakan dokter akan mengatakan bahwa orang tersebut mati. Tetapi, otak secara teknis masih hidup selama beberapa menit berikutnya.

Sel-sel otak menghabiskan menit-menit terakhirnya untuk berebut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan agar tetap hidup hingga pada akhirnya merusak diri sendiri sampai tidak dapat diperbaiki lagi bahkan ketika jantung dihidupkan lagi.

Beberapa menit sebelum kerusakan luas terjadi, otak dapat diselamatkan dengan obat dan pada situasi yang tepat.

3. Pertumbuhan sel kulit
Kehilangan sirkulasi darah di otak dapat membunuh dalam hitungan menit, namun sel-sel lainnya tidak membutuhkan perawatan terus menerus. Sel-sel kulit yang berada pada bagian terluar tubuh dapat mendapat semua yang diperlukan untuk bertahan hidup melalui osmosis dapat tetap hidup selama berhari-hari.

4. Kencing
Mekanisme yang mengatur kencing ini sama seperti yang terlibat dalam pengaturan pernapasan dan detak jantung. Salah satu alasan mengapa orang cenderung pipis tanpa disadari jika sedang mabuk adalah karena bagian otak yang mengatur otot katup kandung kemih terhambat.

Setelah kematian, otot-otot tersebut menjadi rileks dan menyebabkan orang buang air kecil.

5. Buang kotoran
Pada saat stres, tubuh membuang limbah. Pada mayat, pembuangan limbah dibantu oleh gas yang diproduksi di dalam tubuh. Hal ini dapat terjadi beberapa jam setelah kematian.

Mengingat janin juga dapat buang kotoran di dalam rahim, maka buang kotoran mungkin adalah hal pertama dan terakhir yang dapat dilakukan dalam hidup.

6. Pencernaan
Manusia berbagi tubuhnya dengan beribu-ribu makhluk lain. Banyak di antaranya yang bermanfaat, contohnya bakteri di dalam usus yang tidak akan mati hanya karena tubuh mati. Banyak dari bakteri ini merupakan parasit yang sangat membantu dalam proses pencernaan.

Bakteri-bakteri ini tetap bekerja, bahkan ketika tubuh telah mati. Bakteri lainnya memakan lapisan usus dan menghasilkan gas yang berbau busuk.

7. Ereksi dan Ejakulasi
Ketika jantung berhenti memompa darah ke seluruh tubuh, darah memenuhi bagian tubuh yang paling rendah. Terkadang orang mati berdiri dan terkadang meninggal tergeletak atau menghadap ke bawah.

Sementara itu, tidak semua otot mengalami relaksasi setelah kematian. Beberapa jenis sel-sel otot diaktifkan oleh ion kalsium. Setelah aktivasi, sel-sel mengeluarkan energi yang mengusir ion kalsium keluar dari sel.

Setelah kematian, membran sel menjadi lebih mudah ditembus kalsium dan sel-sel tidak mampu mengeluarkan banyak energi untuk mendorong ion kaslium keluar, sehingga otot akan menegang. Hal ini dapat menyebabkan ejakulasi.

8. Gerakan otot
Meskipun otak sudah mati, daerah lain dari sistem saraf mungkin masih aktif. Beberapa tenaga kesehatan tentu pernah melihat tindakan refleks yang melibatkan pengiriman sinyal saraf ke sumsum tulang belakang, bukan otak.

Sinyal saraf tersebut menyebabkan otot berkedut dan kejang setelah kematian. Beberapa orang bhahkan mengatakan telah melihat pergerakan dada yang halus setelah kematian.

9. Vokalisasi
Tubuh pada dasarnya merupakan kantung gas dan bahan-bahan pekat lain yang disangga oleh tulang. Pembusukan terjadi ketika bakteri dalam tubuh bekerja dan proporsi gas meningkat. Karena tubuh masih mengandung bakteri, gas menumpuk di dalam tubuh.

Salah satu cara pengeluaran gas adalah melalui saluran pernafasan. Semua otot menegang 3 - 12 jam setelah kematian, termasuk otot pita suara. Penegangan otot pita suara dikombinasikan pengeluaran gas tersebut menyebabkan mayat mengeluarkan suara yang menakutkan.

10. Melahirkan
Kembali pada masa-masa banyak wabah menyerang Eropa, beberapa orang perempuan meninggal saat hamil dan terkadang tidak sempat dimakamkan. Hal ini melahirkan sebuah istilah yang disebut 'kelahiran peti mati.'

Gas-gas yang menumpuk di dalam tubuh, dikombinasi dengan pelunakan daging, menyebabkan tubuh lebih mudah mengeluarkan janin. Untungnya, peristiwa ini jarang terjadi.

Senin, 14 November 2011

Tes Kolesterol Sebaiknya Dilakukan Sejak Anak-anak



img
Selama ini tes kolesterol kebanyakan dilakukan oleh orang dewasa. Tapi kini anak-anak sebaiknya juga melakukan tes kolesterol untuk mencegah penyakit jantung di kemudian hari.

American Academy of Pediatrics mengesahkan pedoman baru bahwa anak-anak harus melakukan tes kolesterol pada usia 9-11 tahun lalu diulang lagi ketika berusia 17-21 tahun bahkan pada anak-anak yang tidak memiliki risiko kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Sebelumnya hanya anak-anak dengan riwayat kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes atau obesitas saja yang diharuskan melakukan tes kolesterol. Tapi kini direkomendasikan untuk semua anak dalam mendeteksi peningkatan kolesterol dan mencegah penyakit jantung.

"Aterosklerosis bisa dimulai sangat dini, bahkan pada balita hingga anak-anak dengan masalah genetik kolesterol, jadi skrining merupakan langkah penting untuk semua anak," ujar dr Patrick McBride yang ikut dalam pembuatan pedoman, seperti dikutip dari ABCNews, Selasa (15/11/2011).

Rekomendasi ini disambut positif oleh para ahli jantung dan anak terutama dalam menghadapi peningkatan diabetes dan obesitas pada anak-anak. Hasil rekomendasi ini telah dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association dan diterbitkan online dalam jurnal Pediatrics.

Dalam studi sebelumnya ditemukan sekitar 10-13 persen dari anak-anak dan remaja memiliki kadar kolesterol tinggi yaitu lebih dari 200 mg/dl. Padahal kolesterol tinggi diketahui sebagai faktor risko dari serangan jantung dan stroke.

"Jika diketahui memiliki kadar kolesterol tinggi maka bisa menjadi motivasi bagi keluarga untuk melakukan perubahan seperti makan malam bersama keluarga, mengurangi makanan cepat saji dan minuman manis serta melakukan aktivitas," ujar Dr Ellen Roma, kepala kedokteran remaja di Cleveland Clinic.

Pengujian kolesterol dalam rekomendasi ini relatif mudah bagi anak-anak. Dengan menggunakan tes fingerprick akan memberitahu dokter berapa nilai kolesterol yang dimiliki dan anak tidak perlu berpuasa terlebih dahulu.

Jika diketahui kadar kolesterol anak tersebut tinggi, maka dokter akan membicarakannya dengan keluarga mengenai diet, nutrisi dan olahraga lalu melakukan pemeriksaan kembali 4-6 bulan kemudian.

Umumnya kadar kolesterol yang tinggi pada anak-anak tidak memerlukan obat untuk membantu menurunkannya, tapi dengan melakukan diet atau pola makan yang benar dan olahraga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol.

8 Perawatan Untuk Obati Wasir



img
Gejala wasir seringkali mengganggu bahkan dapat sangat menyiksa. Namun, sebenarnya terdapat usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi dan meringankan gejala wasir tersebut.

Adapun usaha-usaha perawatan diri yang dapat meringankan gejala wasir seperti dikutip MSNHealth, Selasa (15/11/2011) antara lain:

1. Gunakan terapi air
Air dapat sangat menenangkan untuk wasir yang sedang meradang, nyeri, dan gatal. Kompres dingin atau merendam daerah dubur dalam air hangat selama sekitar 10 menit beberapa kali sehari juga dapat sangat membantu.

Banyak orang merasa bahwa mengusap lembut dengan handuk lembab, bukan dengan kertas toilet, dapat lebih nyaman.

2. Mencoba obat wasir yang dijual bebas
Beberapa jenis obat tanpa resep atau yang dijual bebas menawarkan bantuan cepat untuk meringankan gejala wasir. Obat atau produk tersebut termasuk krim wasir, gel, busa, supositoria dan bantalan yang mengandung hidrokortison, atau obat konstriksi.

Atau obat mati rasa, seperti, Preparation H, pads yang mengandung obat, dan Lanacane. Obat oral yang dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri termasuk acetaminophen (Tylenol), aspirin, dan ibuprofen (Advil, Motrin).

3. Mengonsumsi lebih banyak serat
Serat membantu menghindari sembelit dan melancarkan buang air besar, yang keduanya merupakan faktor risiko utama untuk wasir. Diet tinggi serat juga mengurangi rasa sakit dari wasir dengan membuat kotoran menjadi lebih lunak dan lebih mudah untuk dikeluarkan.

Kebanyakan orang Amerika mengonsumsi kurang dari 14 g serat per hari, sedangkan yang direkomendasikan adalah 25 g per hari untuk wanita dan 38 g per hari untuk pria.

Beberapa makanan tinggi serat, meliputi buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dedak, sereal gandum, dan roti. Diet tinggi serat juga dapat menurunkan risiko beberapa penyakit serius, seperti kanker usus besar, penyakit jantung, dan obesitas.

4. Mengonsumsi produk makanan berserat
Banyak orang merasa sulit untuk mendapatkan serat yang cukup dalam diet mereka untuk menghasilkan kotoran yang lebih lunak, yang dapat mengurangi risiko dan rasa sakit dari wasir.

Makan diet tinggi serat adalah yang terbaik. Tetapi jika tidak dapat secara konsisten mendapatkan 20-35 g serat per hari melalui makanan yang dikonsumsi, ada berbagai produk yang dapat melengkapi asupan serat.

Produk tersebut termasuk psyllium (Konsyl, Metamucil), metilselulosa (Citrucel), kalsium polycarbophil (FiberCon), dan gandum dekstrin (Benefiber), yang semuanya dapat dibeli tanpa resep di toko bahan makanan lokal atau apotik.

5. Mengonsumsi banyak air
Air adalah elemen kunci untuk menghasilkan tinja yang lebih lunak yang pada gilirannya dapat mengurangi rasa sakit dari wasir. Minum cukup air juga dapat membantu mencegah wasir.

Sebagai aturan umum, sebaiknya minum sekitar delapan 8 gelas air sehari, apalagi jika berada dalam cuaca panas dan selama latihan fisik. Selain itu, juga harus menghindari atau membatasi asupan alkohol dan kafein. Alkohol dan kafein dapat meningkatkan kehilangan air dari tubuh, yang dapat menyebabkan kotoran keras dan meningkatkan rasa sakit dari wasir.

6. Melakukan latihan fisik yang cukup
Latihan fisik adalah komponen kunci untuk mencegah dan mengobati wasir. Jika kehidupan sehari-hari atau pekerjaan memungkinkan duduk untuk jangka waktu yang lama, pastikan untuk bangun dan bergerak di sekitar selama beberapa menit setiap jam.

Sadarilah bahwa kegiatan fisik tertentu harus dihindari, termasuk duduk untuk waktu yang lama di toilet, angkat berat, dan hubungan seks anal, yang semuanya dapat meningkatkan risiko wasir dan memperburuk gejalanya.

7. Jangan menunda buang air besar
Pagi hari adalah waktu yang sibuk bagi banyak keluarga, dan mungkin tidak merasa memiliki waktu untuk duduk di kloset dan menggunakan kamar mandi.

Meskipun tidak perlu memiliki gerakan usus di pagi hari, adalah penting untuk tidak menunda memiliki gerakan usus ketika telah merasakan dorongan untuk buang air besar. Menunda buang air besar dapat menyebabkan sembelit serta memperberat dan meningkatkan risiko untuk mengalami wasir.

8. Melakukan perawatan khusus
Wasir sangat umum selama kehamilan dan setelah melahirkan. Untuk membuat seseorang dan bayinya aman, maka harus berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan tentang gejala yang mungkin terjadi, seperti nyeri dan gatal-gatal pada dubur.

Salah satu perawatan sederhana ketika sedang hamil adalah berbaring pada sisi kiri saat beristirahat atau tidur untuk membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah tertentu yang dapat menyebabkan pembengkakan vena dan menyebabkan wasir.

Cara Cegah Stres Saat menurunkan Berat Badan


Stres yang sangat tinggi seringkali membuat orang makan tidak terkontrol dalam upaya memenuhi kebutuhan emosional. Hal tersebut kadang-kadang disebut sebagai stres makan atau makan secara emosional. Jika stres datang dan keinginan makan besar muncul sementara Anda sedang melakukan diet, lakukan ini.

Orang stres cenderung untuk makan makanan yang berkalori tinggi selama merasakan stres. Hal tersebut bahkan tetap dilakukan meskipun sedang tidak lapar sama sekali. Untuk mencegah kenaikan berat badan selama stres dan mengurangi risiko obesitas, maka harus dapat mengontrol stres yang sedang dialami.

Ketika seseorang sedang merasa tidak terlalu stres dan lebih dapat memegang kendali hidup, maka mungkin lebih mudah untuk melakukan pola makan sehat dan menjaga kebiasaan olahraga secara rutin.

Seperti dikutip dari Mayolinic, Senin (12/11/2011), teknik manajemen stres untuk mengatasi stres yang menyebabkan kenaikan berat badan antara lain:

1. Kenali tanda-tanda dari stres
Tanda-tanda dari stres dapat seperti kecemasan, mudah tersinggung, dan ketegangan otot.

2. Sebelum makan, tanyakan pada diri sendiri mengapa Anda makan
Pertanyaan tersebut berguna untuk mengetahui apakah benar-benar merasa lapar atau karena merasa stres atau cemas.

3. Jika tergoda untuk makan saat tidak lapar
Maka berusaha menemukan gangguan dan menyingkirkannya, dengan menghindari makanan tersebut ketika tidak pada jam yang merupakan jadwal makan.

4. Jangan melewatkan jadwal makan
Jangan melewatkan jadwal makan terutama sarapan pagi, karena hal tersebut justru akan membuat seseorang tidak dapat mengontrol porsi makan saat makan siang atau makan malam.

5. Menyingkirkan makanan yang dapat mengganggu usaha mengontrol makan
Mengidentifikasi untuk kemudian menyingkirkan makanan-makanan yang seringkali menggoda untuk di makan, dari rumah atau kantor.

6. Simpanlah catatan perilaku dan kebiasaan makan
Hal tersebut dilakukan agar dapat mencari pola dan hubungan dan kemudian mencari cara untuk mengatasinya.

7. Pelajari keterampilan pemecahan masalah
Hal tersebut dilakukan agar dapat mengantisipasi tantangan dan mengatasi memburuknya masalah yang sedang dihadapi.

8. Mempraktikkan keterampilan relaksasi
Hal tersebut dapat membuat seseorang lebih rileks dan dapat berpikir dengan lebih jernih. Relaksasi dapat dilakukan dengan yoga, pijat, atau meditasi.

9. Latihan fisik atau olahraga secara teratur
Latihan fisik atau olahraga secara teratur dapat membuat seseorang lebih dapat rileks dan terhibur.

10. Dapatkan tidur yang cukup
Tidur dengan kualitas dan kuantitas yang cukup dapat memiliki berbagai manfaat, termasuk bermanfaat memberikan pikiran yang jernih saat seseorang sedang menyelesaikan masalah.

11. Dapatkan dukungan dari teman dan keluarga
Dukungan dari teman dan keluarga tentunya dapat menguatkan seseorang yang sedang menghadapi masalah yang cukup berat, sehingga dapat mengurangi stres akibat masalah tersebut.

Stres yang berhasil dikelola dengan baik, tentunya tidak akan menyebabkan peningkatan berat badan karena tidak dapat mengontrol pola makan sehat. Jika telah mencoba teknik manajemen stres tersebut, tetapi tampaknya tidak membantu, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional melalui psikoterapi atau konseling.

Cara Deteksi Stroke dan Upaya Mencegahnya



img
Yogyakarta, Salah satu konsep utama penanganan stroke adalah memberikan pengobatan yang spesifik dalam waktu sesegera mungkin sejak serangan muncul. Masalah yang muncul adalah tidak dikenalinya gejala stroke. Cukup ingat gejala stroke dari kata 'WASPADA' dan hindari dengan 'CEGAH' berikut ini.

Gejala stroke muncul akibat gangguan peredaran darah otak pada bagian otak tertentu. Gejala yang muncul sangat tergantung pada bagian otak yang terkena. Sebanyak 1 diantara 6 orang di seluruh dunia akan terkena stroke dalam hidupnya yang merupakan tema hari stroke sedunia tahun 2011.

Hal ini untuk menggambarkan besarnya permasalahan stroke di seluruh dunia. Stroke merupakan penyebab kematian nomor 1 di Rumah Sakit dari data Departemen Kesehatan RI, dan merupakan penyebab kecacatan utama pula.

Kenali gejala stroke dan bawa segera pasien stroke untuk mendapat pertolongan yang terbaik.

W= Wajah perot
Kelumpuhan saraf wajah merupakan salah satu gejala stroke yang paling sering dilaporkan. Kelumpuhan saraf wajah terjadi akibat gangguan pada saraf kranial nomor 7. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk tersenyum, wajah yang asimetri (tidak simetris) mendadak merupakan salah satu pertanda stroke.

A= Anggota gerak lemah
Kelumpuhan anggota gerak mendadak merupakan salah satu gejala stroke. Mintalah seseorang yang dicurigai stroke untuk mengangkat kedua lengannya bersamaan. Bila ada ketinggalan gerak yang sifatnya mendadak, maka hal tersebut adalah gejala stroke.

S= Sensibilitas atau rasa raba terganggu separuh
Gangguan rasa dalam bentuk baal atau kesemutan separuh badan atau salah satu anggota badan yang terjadi mendadak harus dicurigai sebagai gejala stroke. Gangguan rasa bisa dalam bentuk hilang atau kurangnya sensasi sentuh atau rasa kesemutan atau sensasi kesetrum di separuh anggota badan.

P= Pelo atau bicara tidak jelas
Bicara pelo merupakan salah satu gejala utama stroke. Mintalah orang yang dicurigai stroke untuk melafalkan kata-kata dengan huruf r, misalnya: lari-lari di rel kereta api. Bila ada pelo mendadak harus kita curigai sebagai stroke.

A= Afasia atau sukar berkomunikasi
Kehilangan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal yang terjadi secara mendadak merupakan gejala stroke. Apabila seseorang tiba-tiba tidak bisa bicara atau tidak bisa mengerti isi pembicaraan, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.

D= Disorientasi atau bingung mendadak
Pasien yang bingung mendadak bahkan sampai mengalami penurunan kesadaran harus dicurigai sebagai gejala stroke. Apabila seseorang kehilangan kemampuannya untuk mengenali orang, waktu, dan tempat secara mendadak, maka harus dicurigai sebagai gejala stroke.

A= Apabila ada salah satu gejala diatas segera ke RS
Penanganan stroke adalah berpacu dengan waktu. Apabila ada gejala stroke segeralah minta bantuan yang tepat. Penanganan yang tepat akan memberikan hasil yang baik pula.

Diagnosis patologi (stroke sumbatan atau stroke perdarahan) ditentukan dengan pemeriksaan minimal CT Scan kepala. Penanganan yang baik di awal diharapkan akan membuahkan hasil yang baik pula.

Tips Cegah Stroke

Hari stroke sedunia merupakan suatu hari dengan pesan setiap hari 'Stroke dapat dicegah dan stroke dapat diobati'. Salah satu upaya pencegahan stroke adalah mengendalikan faktor risiko stroke. Berikut ini adalah tips 'CEGAH STROKE'.

C = Cari dan kendalikan faktor risiko stroke
Kenali faktor risiko stroke yang ada pada diri anda. Ada faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan dan ada faktor risiko yang dapat dikendalikan. Tanyakan pada diri kita, apakah saya berisiko stroke?

Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan adalah: usia, jenis kelamin, riwayat keluarga stroke dan ras. Faktor risiko yang dapat dikendalikan adalah hipertensi, diabetes, kadar kolesterol darah yang tinggi, merokok, gangguan tidur, dan kegemukan. Temukan faktor risiko yang ada pada Anda dan kendalikanlah.

E = Enyahkan rokok
Merokok terbukti meningkatkan risiko stroke dan gangguan pembuluh darah lainnya 2-3 kali lipat. Hal ini menjadi lebih nyata pada penderita hipertensi dan diabetes. Merokok menimbulkan pengerasan pembuluh darah dan memicu timbunan plak dalam pembuluh darah. Hal ini terbukti bagi perokok aktif maupun pasif.

G = Giat berolahraga
Olahraga teratur yang bersifat aerobik terbukti membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan sensitivitas insulin sehingga terhindar dari diabetes, meningkatkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).

Lakukan olahraga yang baik mengandung unsur FITT yaitu: Frekuensi 3-4 kali seminggu, Intensitas ringan sampai sedang, Tipe aerobik, Time (waktu) 15-20 menit per kali olahraga.

A= Awasi tekanan darah
Hipertensi terbukti merupakan faktor risiko stroke yang paling konsisten dan dominan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa 60-80 persen penderita stroke diawali oleh hipertensi. Awasi tekanan darah anda secara teratur.

Seseorang dinyatakan menderita tekanan darah tinggi apabila tekanan darahnya > 140/90 mmHg. Pengobatan tekanan darah tinggi dapat dimulai dengan perubahan pola hidup, yaitu: membatasi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur, berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Pada kasus-kasus tertentu diberikan pula obat penurun tekanan darah.

H= Hindari stress
Stress terbukti meningkatkan tekanan darah, memperburuk sensitivitas insulin dan merangsang sistem saraf simpatis. Hal ini dapat berujung pada munculnya hipertensi dan diabetes.

Beberapa penelitian mengkonfirmasi bahwa stress akan meningkatkan risiko stroke 2-3 kali lipat. Luangkan waktu anda untuk olahraga ringan, membaca buku, mendengarkan musik dan berkumpul bersama teman.

Lakukanlah pencegahan stroke mulai sekarang. Stroke dapat dicegah bila kita secara dini mengenali faktor risiko stroke dan mengendalikannnya. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

Kamis, 10 November 2011

Apakah Pemeriksaan Darah Itu??

Pemeriksaan darah merupakan alat diagnosis yang sangat berguna. Darah tersusun oleh berbagai jenis sel dan senyawa lainnya, terutama berbagai macam garam dan protein tertentu. Bagian cairan darah disebut plasma. Ketika darah menggumpal di luar tubuh, sel-sel darah dan beberapa protein menjadi padat. Bagian cairan yang tersisa disebut serum, serum ini dapat digunakan dalam pemeriksaan kimiawi dan dalam pengujian untuk mengetahui bagaimana sistem kekebalan tubuh melawan penyakit. Para dokter atau paramedis dapat mengambil sampel darah dan menumbuhkan organisme yang menular yang menyebabkan penyakit agar dapat melihatnya di bawah mikroskop.

Bagaimana pemeriksaan darah dilakukan?
Sampel darah untuk pemeriksaan dapat diambil dari pembuluh vena (yang membawa darah menuju jantung) atau dari arteri (yang membawa darah keluar dari jantung).
Jika hanya diperlukan beberapa tetes saja (contohnya untuk memantau gula darah pada penderita diabetes), cukup dengan satu tusukan kecil pada ujung jari yang kemudian darahnya dipencet keluar.

Kebanyakan pemeriksaan darah diambil dari pembuluh darah vena, biasanya dari daerah lengan, tepatnya di daerah siku. Pertama, sebuah tali pembendung (turniquet = alat untuk menghentikan aliran darah/perdarahan) diikatkan pada lengan bagian atas supaya pembuluh darah menonjol. Walupun agak ketat namun jalannya pengambilan sampel darah menjadi lebih mudah dilaksanakan. Tempat suntikan pada lengan kemudian dibersihkan dengan alkohol dan jarum disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Jarum suntik terpasang pada tabung pemeriksaan hampa udara atau vakum, atau pada syringe (suntikan) dimana plunger (alat penyedot) ditarik ke belakang supaya darah mengalir ke dalam syringe. Ketika jumlah darah yang diperlukan telah diperoleh, jarum suntik dilepas dan sebuah bola kapas kecil diletakkan di atas luka. Bola kapas sebaiknya ditekan selama 1 – 2 menit sebelum ditempelkan sebuah plester.

Jika darah diambil dari arteri, biasanya dilakukan di pergelangan tangan dimana pembuluh nadi terletak sangat dekat dengan kulit. Hal ini mungkin membuat tidak nyaman karena dinding pembuluh arteri memiliki syaraf perasaan sakit yang lebih banyak daripada dinding pembuluh darah vena. Setelah mengambil darah dari arteri, secepatnya letakkan bola kapas pada tempat dimana suntikan dilakukan selama 5 menit untuk menghentikan perdarahan.

Sebagian orang sangat peka terhadap suntikan dan pemandangan akan darah dan dapat merasa seperti mau pingsan ketika sampel darah diambil. Hal tersebut sudah biasa terjadi dan dapat dikurangi dengan posisi duduk atau berbaring ketika sampel darah diambil. Jika anda merasa hendak pingsan, segera beritahukan kepada dokter atau paramedis yang akan mengambil darah anda.

Setelah sampel darah diperoleh, selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium. Untuk keperluan pemeriksaan ini sampel darah dibagi menjadi 3, yaitu : sampel darah utuh (whole blood), plasma dan serum. Whole blood biasanya digunakan untuk pemeriksaan sel-sel darah, kadar hemoglobin (Hb), biakan kuman, dsb. Plasma digunakan untuk pemeriksaan koagulasi, dan serum digunakan untuk pemeriksaan kimia darah dan imunoserologi.


Apa yang diperiksa di dalam darah?
Darah mengandung 2 unsur pokok, yaitu cairan yang disebut plasma dan sel-sel darah. Ada 3 macam sel darah, yaitu : sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (lekosit) dan trombosit (platelet). Untuk mendapat informasi yang dibutuhkan dari darah, petugas laboratorium klinik melakukan beberapa pemeriksaan, termasuk di dalamnya adalah perhitungan jumlah sel darah, kadar hemoglobin (zat warna merah darah) dan gambaran/morfologi sel darah. Pemeriksaan morfologi sel darah dilakukan dengan membuat apusan darah, yaitu lapisan darah yang diletakkan pada kaca preparat supaya dapat dilihat sel individual di bawah mikroskop.
Pemeriksaan tersebut meliputi sebagai berikut :
  1. Pemeriksaan Sel Darah Merah (Eritrosit)Eritrosit mengandung hemoglobin, yaitu zat warna merah darah yang bertugas membawa oksigen yang sangat diperlukan oleh tubuh. Pemeriksaan sel darah merah ini terdiri dari :
    • Jumlah eritrosit. Pengujian ini untuk mengetahui jumlah sel darah merah dalam darah.
    • Kadar hemoglobin (Hb). Jika seseorang menderita kurang darah atau anemia, kadar hemoglobin akan menurun. Dan jika seseorang mengalami dehidrasi atau kurang minum, maka kadar Hb bisa meningkat.
    • Hematokrit (Hct). Pengujian hematokrit mengukur atau menghitung volume total sel darah merah dalam darah. Dalam praktek, hal tersebut dilakukan dengan pemutaran atau pemusingan tabung reaksi berisi darah hingga bagian paling berat dari darah yaitu sel darah merah mengendap pada bagian bawah tabung. Kemudian volumenya dihitung. Hampir semua jenis anemia akan menyebabkan hematokrit rendah (volume sel darah merah rendah). Hematokrit tinggi dapat terjadi jika seseorang kurang minum atau kekurangan cairan (dehidrasi) seperti yang terjadi pada diare, luka bakar, demam berdarah dengue, dsb.
    • MCV (Mean Corpuscular Volume). Pengujian ini mengukur rata-rata volume sel darah merah. Jika seseorang menderita anemia, kadar hemoglobinnya akan selalu kurang dari normal. Tetapi ukuran sel darah merah tergantung pada tipe anemia yang diderita.
    • MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin). Pengujian ini mengukur rata-rata hemoglobin dalam sel darah merah. Orang yang menderita anemia akan memiliki MCH yang rendah.
    • MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration). Pengujian ini mengukur rata-rata kadar Hb dalam tiap sel darah merah.
    • Gambaran sel darah merah. Pengujian ini dilakukan dengan mengamati sediaan apus darah di bawah mikroskop untuk mengetahui bentuk dan warna sel darah merah. Jika sel darah merah warnanya pucat, itu tandanya anemia. Jika sel darah merah mempunyai bentuk yang aneh, seperti sel sabit mungkin disebabkan karena anemia anemia pernisiosa; atau terlihat pecah-pecah seperti pada anemia hemolitik, dsb. Pada pengujian ini juga dapat diketahui adanya infeksi parasit, misalnya malaria.
  2. Pemeriksaan Sel Darah Putih (Lekosit)Sel darah putih bertugas sebagai tentara tubuh, melawan patogen (bakteri atau virus) penyebab sakit. Ada berbagai macam/jenis sel darah putih yang masing-masing memiliki tugas yang berbeda, misalnya sel neutrofil bertugas menghalau bakteri, limfosit yang bertugas menghalau virus dengan mengeluarkan protein kekebalan tubuh, dsb. Pemeriksaan sel darah putih terdiri dari :
    • Jumlah lekosit. Pengujian ini untuk mengukur jumlah sel darah putih dalam darah. Jumlah lekosit bisa naik pada infeksi bakterial, perdarahan, leukemia (kanker darah), luka bakar, dsb. Jumlah lekosit turun pada infeksi oleh virus atau karena maslah autoimun, dimana antibodi yang seharusnya melawan patogen malah menyerang sistem imun tubuh.
    • Hitung differensial lekosit. Pengujian ini untuk mengetahui jumlah dari tiap jenis sel darah putih, seperti neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, basofil, dll.
  3. Pemeriksaan Trombosit (Platelet)Trombosit atau platelet adalah sel yang sangat kecil di dalam darah yang menggumpal pada tempat luka dengan pembuluh darah. Trombosit membentuk dasar sumbatan darah yang terbentuk jika anda luka. Jumlah platelet yang rendah bisa membuat orang mudah berdarah meskipun tanpa luka. Penyebab perhitungan trombosit rendah antara lain penyakit autoimun, dimana tubuh menghasilkan antibody untuk trombosit anda sendiri, kemoterapi, leukemia, pengobatan tertentu dan infeksi virus, misalnya virus dengue yang menyebaban demm berdarah dengue (DBD), dimana jumlah trombosit menurun. Jumlah trombosit tinggi bisa membuat orang tambah mudah terkena penggumpalan darah. Perhitungan trombosit tinggi ditemukan dalam kondisi yang menyangkut sumsum tulang, seperti leukemia myeloid kronis dan kanker.

Apakah pemeriksaan koagulasi darah itu ?
Akan dibutuhkan pengujian-pengujian yang lebih banyak jika pasien ditemukan menderita kelainan koagulasi ( pembekuan ) darah, sehingga darah tidak dapat menggumpal dengan semestinya atau jika gumpalan terlalu kenyal/keras.
Ketika pembuluh darah rusak, biasanya penggumpalan darah yang kecil terbentuk dari dalam. Penggumpalan ini terbentuk dari trombosit dan protein-protein dari plasma darah yang disebut faktor koagulasi atau faktor pembekuan darah. Pemeriksaan ini misalnya : masa protrombin (prothrombin time), masa tromboplastin parsial (partial thromboplastin time), kadar fibrinogen, dan sebagainya.
Pemeriksaan koagulasi dilaksanakan secara rutin untuk pasien yang sedang menjalani pengobatan pengenceran darah seperti warfarin. Para dokter akan mengubah dosis pengobatan tergantung pada hasil pemeriksaan.


Apakah pemeriksaan kimia darah itu?
Cairan darah yang disebut serum mengandung berbagai macam zat penting untuk tubuh, seperti glukosa, protein, lemak, elektrolit, enzim-enzim dan sebagainya. Zat-zat itu dapat diukur kadarnya dengan pemeriksaan secara kimia melalui pengujian laboratorium yang menggunakan bahan-bahan kimia. Seseorang menderita Diabetes Mellitus (DM) jika kadar gula (glukosa) dalam darahnya tinggi; penderita gout/pirai atau rematik memiliki kadar asam urat yang tinggi dalam darahnya; kadar ureum, kreatinin meninggi pada penderita kelainan ginjal, dan sebagainya.
Untuk pemeriksaan kimia klinik, sampel darah yang diambil dari pasien akan dipusingkan atau diputar dengan menggunakan alat pemusing (centrifuger) dengan tata cara tertentu sehingga serum dan sel darah terpisah. Serum kemudian diperiksa untuk mengukur zat-zat sesuai dengan permintaan dari dokter/klinisi.
Untuk pemeriksaan tertentu pasien diharuskan untuk puasa selama 8 - 12 jam sebelum diambil sampel darah. Jenis pemeriksaan laboratorium untuk keperluan ini misalnya pemeriksaan glukosa darah, asam urat, profil lemak (kolesterol, trigliserid, HDL dan LDL), profil besi.


Apakah pemeriksaan imunoserologi itu?
Seseorang yang terinfeksi oleh virus atau patogen lain, di dalam tubuhnya akan terbentuk antibodi (zat kekebalan) terhadap virus atau patogen tersebut. Infeksi yang terjadi bersifat akut atau kronis dapat diketahui dengan memeriksa antibodi (sejenis protein) dan antigen (virus atau patogen) yang ada dalam darah. Misalnya, seorang penderita dinyatakan mengidap Hepatitis B setelah hasil pemeriksaan HBsAg (+); seseorang dinyatakan mengidap HIV jika hasil pemeriksaan anti-HIV (+); seseorang dinyatakan terinfeksi cytomegalovirus (CMV) jika hasil pemeriksaan IgM/IgG anti-CMV (+), dan sebagainya.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita tumor/kanker dilakukan pemeriksaan petanda tumor, misalnya pemeriksaan alfa feto protein (AFP), CEA, PSA, dll. Untuk mengetahui kadar hormon tertentu, seperti hormon tiroid, dilkukan pemeriksaan T3, T4, TSH.


Apakah pemeriksaan biakan kuman itu?
Pemberian antibiotika seringkali tidak mampu mengatasi penyakit yang diderita akibat bakteri penyebab sakit sudah tahan (resisten) terhadap antibiotik tersebut. Dengan kata lain, antibiotik sudah tidak mempan lagi mengatasi infeksi bakteri, sehingga penyakit tidak kunjung sembuh. Untuk menentukan jenis antibiotik apa yang tepat, biasanya dokter/klinisi akan meminta meminta laboratorium melakukan biakan kuman dan uji kepekaan obat.

Sampel darah pasien akan diambil beberapa cc untuk selanjutnya dimasukkan dalam media biakan (kultur). Setelah diinkubasi sehari semalam pada suhu tertentu, akan terlihat pertumbuhan koloni bakteri. Proses selanjutnya adalah pengujian untuk menentukan jenis bakteri dan kemudian dilakukan uji kepekaan obat. Sejumlah tablet antibiotik akan diletakkan pada media plate yang telah ditumbuhi bakteri. Sehari sesudahnya dapat dilihat pengaruh antibiotik terhadap pertumbuhan bakteri. Bakteri yang peka (sensitif) terhadap antibiotik terlihat tidak bisa tumbuh di sekitar tablet. Sebaliknya, bakteri yang tahan (resisten) terhadap antibiotik tetap tumbuh di sekitar tablet antibiotik.

Dengan pemeriksaan ini dokter/klinisi dapat memberikan obat (antibiotik) yang tepat untuk pasien.